akhir-akhir ini, saya sering googling..
ada yang membuat saya terkesan
setiap harinya icon google berubah-ubah..
Icon google berbentuk gambar-gambar yang sangat menarik pengunjung..
..adapun bentuk-bentuk icon yang sengaja saya crop :



Sejak terhitng satu november kemarin, tarif parkir kampus ITB naik 100% alias naik 2 kali lipat. Semula tarif kendaraan hanya 500 rupiah menjadi 1000 rupiah. Secara pribadi, kenaikan tarif ini dirasakan sebagai mahasiswa yang membawa kendaraan ke kampus menjadi terlalu berat. Apalagi kalau harus bolak balik ke kampus, bisa habis minimal 2000-3000 per hari. Kalau sebulan bisa keluar lebih 60000 rupiah.
Alasan kenaikan tarif, katanya ada biaya untuk asuransi. Tapi asuransi apa coba?
cek dah tiketnya

gak da bedanya dengan tiket yang dulu saat tarif 500 rupiah..
tulisannya juga masih jelas-jelas
1. Tiket diserahkan saat keluar
2. Segala kehilangan/kerusakan kendaraan di luar tanggung jawab koperasi..
mana katanya ada asuransi ?
hmm..
mungkin kalau tarif seperti ini tetap diberlakukan, jadi mahasiswa bisa bokek alias kantong kering…
Mungkin ada solusi sedikit, tadi sempet ngobrol ma temen saat nunggu kuliah SCADA..
Bagaimana kalau tarif parkir dibuat seperti voucer tiap bulan 30000 rupiah
sehingga bila ada mahasiswa yang harus bolak-balik kampus tidak terlalu harus mengeluarkan sejumlah uang yang besar.
Teknologi SIMCARD bisa menjadi solusi, setiap pengendara akan mendapatkan kartu tersebut. Hal ini juga akan mempermudah transaksi tarif saat di gerbang sehingga tidak membuat antrian yang terlalu panjang, datang tinggal gesek langsung parkir.
Sungguh memudahkan dan bisa menjadi win-win solution..
tapi klo ada saran dari temen-temen yang lebih manteb, silakan tambahkan langsung..
pagi…
paling enak memang tidur lagi..
tapi ayo bangun lihatlah keindahan di pagi hari
Barusan saja dapat postingan lucu dari teman, sebenarnya aneh jga dikatakan lucu, takut menyinggung tetangga. Untuk itu saya hanya memilah-memilih kalimat dari postingan tersebut

Judulnya :
Mari Kita Benahi Bersama, “Public Relations” ITB yang Memprihatinkan!
Oleh Cardiyan HIS
cuplikan dari postingan yang di-bold :
Lebih sering berita buruk yang muncul ke media massa tentang ITB. Mulai dari pencetak joki, penyiksa mahasiswa baru, pabrik narsisus sampai ranking ITB yang melorot versi The Times (UK) 2009 ini. Padahal bila ITB pintar main “PR” sudah sepatutnya mengangkat sisi lain keberhasilan ITB nomor 80 di dunia untuk “Technology Area” yang paling prestisius, satu-satunya PTN Indonesia yang masuk 100 Besar Dunia; sedangkan UI hanya terduduk lesu di ranking 198 dan UGM terpojok di sudut 233. Namun bukan soal sekedar ranking, tetapi bagaimana ITB menjadi lebih ramah dalam menghela bangsanya menjadi kontributor bagi peradaban dunia.